burhanshadiq

Situs ini sebagai media berbagi dan mengenal. Beri komentar Anda, agar saya semakin bersemangat menulis lagi. Semoga bermanfaat bagi kepentingan akhirat kita. Karena hanya kepada Allah, segalanya tertambat.

Thursday, March 29, 2007

Buku Saya: Engkau Lebih Cantik Dengan Jilbab

Di kala hati sudah ‘kepengen’ mengenakan jilbab, muncul nuansa kegelisahan di hati. Perasaan berkecamuk, kegelisahan tak beralasan, dan perasaan was-was menyibukkan hari-hari yang dilalui. Pergulatan hati antara “ya” dan “tidak” mengenakan jilbab, muncul berkali-kali dan semakin membuat galau dan resah tak berkesudahan. Saat hati sudah mulai condong, rintangan menghalang menyekat leher, namun ketika peluang terbuka lebar, hilanglah niat untuk mengenakannya. Jadilah ia lingkaran membingungkan yang hanya bisa dijawab dengan ketegasan sikap. Untuk mengarahkan seseorang agar memiliki ketegasan sikap, maka diperlukan motivasi yang kuat. Motivasi yang bisa menggerakkan dan bahkan bisa membuatnya ‘nekad’.

Nah, buku ini hadir untuk memotivasi wanita agar mau menutup auratnya sesuai syariat. Agar mereka juga bisa lebih ‘nekad’ merubah dirinya semaksimal mungkin. Tidak hanya berdiri di pinggir dan kemudian tersapu angin, tidak juga berdiri di tengah dan tidak pernah mau maju kembali. Diharapkan, buku ini mampu merubah ‘gelengan kepala’ menjadi ‘anggukan’, sikap mengeras ‘tidak’ menjadi sikap santun mengiyakan. Sehingga kita bisa menasihatkan pada diri dan teman kita, “Engkau Lebih Cantik dengan Jilbab”.

Buku Saya: Bunda Maafkan Aku

Kalau Anda pernah membuat orang tua Anda menangis sedih, berduka dan merintih sakit, maka Anda pun kini harus membuatnya kembali tersenyum bahagia. Karena kesalahan bukan untuk diratapi. Apa yang terjadi di masa lalu sudah berlalu. Kita tidak mungkin kembali untuk memperbaikinya.

Namun jangan bersedih, karena masih ada masa depan. Sehingga Anda bisa memperbaiki hubungan Anda dengan orang tua tercinta. Menyuguhkan kasih sayang, perhatian dan dukungan yang mereka butuhkan. Karena di kala senja menyapa mereka, kehadiran Anda sangat mereka butuhkan. Meski hanya sekadar menyapa atau bahkan hanya sebatas telepon belaka. Tutuplah luka mereka, dan obatilah dengan akhlak terpuji yang mengulaskan senyuman, senyuman kebahagiaan!

Buku ini hadir memberi motivasi untuk beramal. Mendorong kita untuk belajar paham terhadap apa yang diperintahkan Allah dan Rasul-Nya tentang berbakti pada orang tua. Sekaligus, buku ini mencoba memberi inspirasi amal, agar kita menjadi hamba yang terbaik. Hamba yang selalu bersemangat terhadap ilmu dan mengamalkan apa yang diilmuinya.

Monday, June 13, 2005

Jadi karyawan memang nggak enak. Banyak hal yang selalu saja membuat hati tidak puas. Misalnya tentang gaji, keleluasaan dan hak-hak pribadi lainnya. Sudah training 3 bulan penuh, bukannya gaji naek e malah dipotong habis.
Susah memang ketemu boss yang primordial. Hubungannya dibuat akrab tapi ujungnya akrab juga di hitungan gaji. Semua dianggep sodara sehingga gajinya pun harus dimaklumi dan penuh dengan permakluman.
Sementara kalo urusan kerjaan, gayanya udah kayak jagoan. Ketika merintah, seolah ada wajah seorang centeng tanah dengan cemeti di tangan. “Kamu harus gini…kamu harus gitu…Profesional dong!” De el el! Wah, aku berharap ada semacam perubahan dalam hidupku. Aku pingin hidup ini menjadi lebih indah dari biasanya. Semoga saja.

Wednesday, May 04, 2005

Mau Batuk

Uhuk..uhuk...
dikit-dikti uhuk-uhuk. Keliatane mo batuk. Kelelahan mungkin karena dari kemarin aktivitas terus sementara tidurnya kurang. My sweet baby Atika, kalau tidur suka rewel. Jadi kasian ummahnya harus bangun dan melakukan sesuatu untuk menenangkannya. Aku pun harus bangun meski bukan orang primer, tapi aku harus bangun memberi dukungan moril buat si ibu.
Yach semoga batuk ini nggak terus. Cepet sembuh aja ya...
buat diriku sendiri.

Wednesday, April 20, 2005

Sebuah Nasihat untuk Saudaraku

Perayaan untuk memperingati kelahiran Nabi Shollallohu alaihi was sallam atau biasa dikenal dengan istilah Maulid Nabi dengan segala macam bentuk dan ragamnya adalah bid’ah. Menjadi kewajiban bagi seorang muslim untuk tidak melakukannya dan mencegah orang lain turut serta di dalamnya. Seyogyanya seorang muslim itu sibuk dengan perkara-perkara sunnah serta berpegang teguh kepadanya bukan malah sebaliknya, tidak terperdaya dengan orang-orang yang menyebarkan serta mempertahankan bid’ah maulid ini.

Kelompok orang yang mempertahankan bid’ah ini kepedulian mereka terhadap bid’ah lebih besar dari pada kepeduliannya untuk menghidupkan sunnah, bahkan mungkin tidak ada sama sekali. Oleh karena itu tidak boleh seseorang itu untuk fanatik dan mengekor kepada mereka, sekalipun mereka itu mayoritas. Akan tetapi seorang muslim hendaknya mengikuti orang-orang yang berjalan di atas sunnah dari golongan salafus sholih dan orang-orang yang mengikuti mereka sekalipun mereka minoritas. Kebenaran itu tidaklah diketahui dari orangnya, akan tetapi seseorang itu akan diketahui dengan kebenaran.

Nabi Shollallohu alaihi was sallam telah bersabda: “ Sesungguhnya barang siapa diantara kalian yang hidup setelahku, maka dia akan melihat perselisihan yang banyak. Maka hendaklah kalian berpegang teguh kepada sunnah-ku dan sunnah Al-Khulafa Al-Rosyidin Al-Mahdiyyin setelahku, gigitlah (sunnah) dengan geraham kalian. Tinggalkan oleh kalian perkara-perkara yang baru (dalam agama), karena setiap bid’ah itu adalah sesat”.

Hadist ini memberi petunjuk kepada kita, siapa gerangan yang harus kita ikuti ketika terjadi perselisihan?. Sebagaimana telah dijelaskan bahwa setiap ucapan maupun perbuatan yang bertolak-belakang dengan sunnah maka itu adalah bid’ah dan setiap bid’ah adalah sesat.

Kita melihat bahwa perayaan maulid Nabi tidak ditemukan asalnya sama sekali dalam sunnah Rosululloh Shollallohu alaihi was sallam juga dalam sunnah para pengganti Beliau Al-Khulafa Ar-Rosyidin. Dengan demikian perayaan maulid Nabi merupakan perkara yang baru, bid’ah dalam agama ini. Inilah dasar yang terkandung dalam hadist yang mulia di atas, sebagaimana yang ditunjukkan oleh firman Alloh Ta’ala:

Artinya:
“ Kemudian jika kalian berlainan pendapat tentang sesuatu , maka kembalikanlah ia kepada Alloh (Al-Quran) dan Rosul-Nya (sunnahnya), jika kalian benar-benar beriman kepada Alloh dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya. (QS; An-Nisaa; 59)

Kembali kepada Alloh Ta’ala adalah dengan kembali kepada Kitab-Nya yang mulia, dan kembali kepada Rosul Shollallohu alaihi was sallam adalah dengan kembali kepada sunnah Beliau setelah meninggalnya. Al-Quran dan sunnah keduanya merupakan rujukan ketika terjadi perselisihan. Ayat dan hadist mana yang menunjukkan diperintahkannya perayaan maulid Nabi? Maka hendaknya bagi orang-orang yang melakukan atau menganggap baik bid’ah ini atau bid’ah-bid’ah yang lainnya untuk kembali kepada Alloh Ta’ala. Inilah posisi seorang muslim yang menginginkan kebenaran. Adapun orang yang menentang dan sombong setelah tegak dan datangnya dalil yang terang kepada dirinya, maka perhitungannya ada di sisi Alloh Subhanahu wa Ta'ala.

( Diterjemahkan dari majalah Al-Usroh edisi 120 tahun ke-10 , Bulan Robiul Awwal 1424 H oleh Joko Pamungkas, dengan sedikit perubahan. )